Senin, 29 Juni 2009

Biografi

Biografi Henry William Ford

Henry Ford dilahirkan pada tanggal 30 Juli 1863. Ia dimasukkan ke sekolahnya pada usia 5 tahun oleh ibunya. Ketika akan berangkat ia harus berlari-lari kecil menuju sekolahnya yang berjarak kurang lebih 2½ mil itu. Dan dengan jarak yang sama pula kembali pulang pada saat gelap telah turun, sampai di rumah. Dengan begitu ia harus membawa bekal dari rumah untuk makan siang di sekolahnya. Tiga tahun kemudian ia dipindahkan ke sekolah lain oleh orang tuanya tapi masih dalam jarak yang sama.

Sejak masih kecil Henry telah menaruh perhatian yang besar terhadap berbagai mesin-mesin. Hal tersebut amat mencemaskan ayahnya. Ayahnya, William Ford menginginkan anaknya kelak menjadi seorang petani atau pedagang besar dan sukses karena ia sendiri adalah juga keturunan seorang petani. Akan tetapi Hendry tidak berminat terhadap pertanian. Kesukaannya kepada mesin-mesin itu kadang-kadang sering menyulitkannya, karena ia harus melawan kemauan ayahnya.

Suatu hari seorang petani datang ke sekolah Henry sambil marah-marah. Ia mengadu kepada guru di sekolah itu, dan menceritakan perihal tingkah laku beberapa orang murid sekolah itu. Mereka dipimpin oleh Henry untuk membendung sebuah sungai kecil yang mengaliri ladang-ladang pertanian miliki petani tadi.

Bendungan tersebut mengakibatkan aliran sungai menjadi terhenti dan mengakibatkan banjir yang tidak karuan. Sang guru langsung berpaling dan berkata kepada Henry, “Pekerjaan apa ini, Henry?”, Tanya gurunya dengan geram. “Mengapa, ee” jawab Hendry tanpa acuh, “Kami tidak melakukan apa pun dan membanjiri ladang itu, kami hanya membangun sebuah bendungan untuk membendung air guna mengadakan percobaan kincir air untuk penggilingan kopi. Bapak dapat melihatnya bagaimana hebatnya alat itu bekerja”. Elak Henry.
Serta-merta gurunya itu marah dan mengukum Henry. Kemudian berkata kepada murid-murid yang lain, “Kalian harus belajar menghormati masyarakat, dan menolongnya. Bukankah saya selalu berpesan begitu setiap kali kalian akan pulang? (Kejengkelan tersebut diucapkan sang guru untuk menghibur si petani yang marah-marah tadi. Tapi ia tertarik dengan pekerjaan yang telah dilakukan oleh murid-muridnya).
Setelah eksperimen di atas dianggap cukup berhasil, Hendry menjadi lebih tekun mempelajari cara-cara mesin bekerja. Di sekolahnya suatu ketika, sewaktu pelajaran, sedang berlangsung, dengan bangga ia bercerita kepada teman-temannya mengenai mesin-mesin yang diketahuinya. Teman-temannya itu menjadi tertarik dan berkerumun di sekelilingnya mengakibatkan pelajaran terganggu. Tiba-tiba gurunya datang ke tengah-tengah kerumunan itu. “Henry”, bentak gurunya dengan geram dan menatap para murid-muridnya, “Apakah kalian tidak pernah mencoba bagaimana untuk belajar yang baik? Apa gunanya kalian datang ke sekolah ini. Ha? Sekarang kalian bersama Henry harus tinggal di kelas sehabis pelajaran nanti”.
Gurunya itu memberikan kepada mereka sebuah mesin yang telah dirusakkan lebih dulu. “Kalian harus membetulkan mesin ini!” Gertak gurunya itu. “Bilamana kalian tidak dapat memperbaikinya, kalian akan mendapat hukuman lagi”. Akan tetapi Henry dengan tangkas mengerjakan mesin tersebut hanya dalam jangka waktu kurang dari 10 menit segera selesai. Gurunya jadi kagum melihat bakat muridnya tersebut.
Keterampilannya dalam bidang permesinan itu membuat ia mulai dikenal orang. Ia sering memperbaiki mesin-mesin para tetangganya. Banyak orang yang kagum akan bakat Henry itu, tetapi ayahnya membenci pekerjaan itu. William Ford menginginkan anaknya menjadi seorang petani yang baik. Tetapi hal tersebut tidak dapat dicegahnya sehubungan Henry mempunyai kemauan yang besar dalam bidang ini.
Setelah meningkat dewasa, dan merasa mampu untuk hidup mandiri. Henry meminta restu kepada orang tuanya untuk mencoba hidup merantau. Ia berjalan menuju kota Detroit. Di kota ini ia mendapatkan pekerjaan pada sebuah pabrik. Ia mendapat gaji 2,50 dolar seminggu. Tapi ia harus mengeluarkan biaya 3,50 dolar untuk biaya hidup dalam waktu yang sama. Maka untuk menutupi kekurangan, itu ia menambah pekerjaan ekstra sebagai pelayan pada sebuah toko permata. Dari toko ini ia menerima 2,00 dolar. Sembilan bulan lamanya ia bekerja di pabrik itu, sementara menjadi pelayan pada toko permata ketika pulang dari bekerja di pabrik.
Suatu hari, tiba-tiba ia mendapat kabar perihal ayahnya yang sakit keras. Ayahnya meminta Henry agar lekas pulang. Henry tidak dapat berbuat apa-apa kecuali memenuhi permintaan ayahnya itu. Dia harus kembali ke ladang!
Selama bekerja sebagai petani, Henry mempunyai ide untuk membuat sejenis mesin yang dapat bekerja sebagai bajak di ladang-ladang. Ia tidak menyetujui binatang-binatang dipekerjakan di ladang-ladang dan kebun. Mereka menjadi banyak makan. Selama musim dingin mereka tidak bekerja, tetapi makan terus. Henry menciptakan sebuah mesin yang dapat bekerja di ladang-ladang untuk menggantikan hewan tanpa harus terus-menerus memberinya makan. Hasil temuannya itu merupakan sumbangan yang amat berarti bagi penciptaan mesin-mesin pertanian kelak. Banyak orang yang tertarik kepada idenya. Di samping itu ia banyak pula membantu para tetangganya telah sedikit demi sedikit memakai mesin di ladang-ladang mereka. Henry adalah orang-orang begitu cakap dalam bidang permesinan ini, sehingga ia dikenal sebagai ahli mesin satu-satunya di daerah itu, ini berlangsung selama beberapa tahun.
Karena tidak dapat meninggalkan tanah pertanian selama ayahnya sakit. Maka ia banyak memperhatikan masalah dan kekurangan-kekurangan yang diderita oleh para petani. Ia menyimpulkan bahwa para petani tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak yang 24 hari dalam setahun bekerja memproduksi bahan makanan. Henry berkata kepada para tetangganya, “Bila waktunya membajak, mengolah tanah dan menuai lebih baik, para petani harus menggunakan mesin-mesin atau mekanisasi. Disamping pekerjaan lebih cepat selesai, dapat pula memberikan upah yang layak. Ladang yang diolah dengan cara mekanisasi dapat dan akan menekan biaya operasionalnya, selain pekerjaan dapat diselesaikan dengan tepat, para petani dapat pula menikmati hasil ladangnya dengan pendapatan yang pantas.”
Henry Ford menciptakan mesin pertaniannya yang pertama ketika ia berumur 20 tahun. Percobaan yang pertama dari mesin yang kelihatan aneh. Ini hanya mampu bergerak 40 kaki kemudian tiba-tiba berhenti. “Saya mengharapkan mesin ini mampu membajak seluruh ladang-ladang dalam waktu yang singkat,” kata Henry, “Tapi penemuan ini belum mempunyai kekuatan yang berarti”. Traktor yang pertama ini masih menunggu penemuan lain di negara itu, yakni penggunaan bahan bakar.
Sementara itu Henry Ford menyenangi seorang gadis manis di sebuah kota lain. Tetapi gadis manis tersebut tidak menyukainya. Henry memikirkan cara memecahkan problem itu. Ia membeli satu set permainan sulap dan meminjam seekor kuda manis kepunyaan bapaknya. Kemudian ia membuat sebuah jubah dari kain satin. Selanjutnya mendirikan sebuah grup sulap di dekat rumah Clara Bryant, anak gadis yang memikat hatinya itu. Dengan mengerjakan sebuah baju rompi yang manis, dan banyak sakunya, juga sebuah jam yang dibuatnya sendiri dan dua buah sapu tangan, Henry menunjukkan kebolehannya dalam bermain sulap. Henry mengadakan dua kali pertunjukan yang selalu menarik di kala itu. Hal tersebut sekaligus mencapai yang diinginkannya, menaklukkan hati Clara Bryant yang semula tidak suka kepadanya.
“Ibu”, kata Clara Bryant kepada ibunya suatu pagi, “Saya kira laki-laki yang bernama Ford yang mengadakan pertunjukan bersama kawannya di samping rumah itu, saya yakin dia akan dapat terkenal di dunia.”
Henry tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Beberapa minggu kemudian ia menghampiri ayahnya dan berkata, “Ayah, sekiranya saya memutuskan untuk kawin, apa yang akan ayah berikan kepada saya?” William Ford berpikir sejenak lalu katanya, “Engkau akan mendapatkan delapan puluh acre (1 acre sama dengan 4072 m2 ) tanah, semua pekayuan yang engkau inginkan dapat engkau potong sendiri untuk sebuah rumah.
“Baiklah”, sorak Henry. Kemudian dia mulai menebangi pepohonan di tanah yang di berikan oleh ayahnya itu. Sebagian untuk dipersiapkan untuk mendirikan sebuah rumah untuk keluarga kelak. Akhirnya apa yang ia inginkan untuk menikahi Clara tercapai. Henry dan Clara menikah pada bulan Apil 1888. Mereka hidup dengan menggarap ladang selama tiga tahun di pemberian ayahnya. Pada suatu malam Henry berkata kepada istrinya, “Clara, saya yakin kita akan lebih sukses, bila kita bisa pindah ke Detroit. Saya akan membuat sebuah kereta kuda di sana. Di sini saya terlalu sibuk!” Henry kemudian menerangkan kepada istrinya tentang gagasan-gagasannya untuk membuat kendaraan yang digerakkan dengan mesin.
Di Detroit ia mendapatkan pekerjaan di perusahaan lampu “Edison” pada malam hari, sedangkan pada siang hari ia membuat kereta kudanya untuk berlari. Selama dua tahun ia belum dapat menciptakan kereta kudanya untuk berlari. Ia telah banyak menghabiskan waktu di bengkelnya yang terbuat dari batu bata sederhana itu, sementara di sekeliling para tetangganya melihat tingkahnya, menganggap Henry telah gila.
“Sebuah kereta kuda!?” kata mereka, “Bila akan bergerak kalau Henry tidak mendorongnya”. Tapi Henry Ford tetap pada pendiriannya. Henry tidak berhenti bekerja di bengkelnya. Ia menumpahkan segala perhatiannya dengan penuh konsentrasi terhadap idenya. “Barang apa yang dikerjakan si dungu itu?” kata orang-orang yang melihat kelakuan Henry itu. Kemudian mereka menyiramnya dengan air. Henry Ford tidak dapat berbuat apa-apa, ia dalam keadaan miskin sekali.
Pada suatu pagi tahun 1893 sebuah kereta kuda, siap untuk diuji coba. Dengan kegigihan yang kuat dan cekatan yang membaja Henry Ford memulai mengoperasikan keretanya, yang sangat membisingkan dan mengeluarkan asap yang mengepul-ngepul di udara. Kereta itu meluncur dari pabriknya menuju jalan raya. Tapi tidak jauh berlari. Baru beberapa kaki saja beranjak dari bengkel tiba-tiba mati, dan tak dapat berkelok karena tidak mempunyai kemudi. Akan tetapi mesin kereta itu kembali hidup dengan demikian kini Henry telah membuktikan kepada orang-orang di sekelilingnya yang selama ini menganggap lucu, dungu, dan tolol, sekarang tidaklah demikian halnya.
Malam itu, Henry si perancang kereta itu merasa sangat puas dan bahagia dengan hasil temuannya. Karya tersebut dirayakannya dengan segelas susu panas, kemudian membantingkan bajunya yang basah oleh keringat itu ke samping perapian, lantas meloncat ke tempat tidur. Untuk menikmati mimpi yang indah yang untuk pertama kalinya setelah meninggalkan tanah pertaniannya.
Ketika kereta ciptaannya diuji coba untuk kedua kalinya, istrinya ikut ambil bagian, yaitu sebagai penumpang. Kreativitas mereka itu menimbulkan sensasi? Beberapa ekor kuda sekonyong-konyong terkejut, lantas lari sekencang-kencangnya tidak tentu arah, ketika kereta Henry itu lewat di dekatnya. Suara kereka itu menimbulkan pekik yang memekakan telinga, lantara kerasnya. Mendadak kereta itu terhenti karena mesinnya mati.
Orang-orang menyaksikan keanehan itu serentak menyerbu, mengelilingi benda yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Serta-merta mereka bersorak, sebagian merasa kagum, tapi sebagian besar menunjukkan rasa cemas. Sejumlah besar dari mereka mengeluhkan suara yang ditimbulkan oleh kereta aneh itu sehingga mengakibatkan kebisingan dan kegaduhan. Karena itu sangat kotor dan kelihatan dan kelihatan membahayakan. Mereka berkata bahwa hal tersebut pasti akan menimbulkan bencana, sehubungan dengan ia tidak dapat dikendalikan. Ia hanya bisa lari lurus memanjat bukit dan meloncati tebing-tebing. Mereka menasihati Henry Ford agar pekerjaan itu diberhentikan saja. Tapi sang “penemu” itu menjawab, “Kereta ini harus lari, dan lari”, tapi itu harus diperbaiki, kata mereka. Ford menjawab spontan “Saya sekarang belum mempunyai dana dan tidak mempunyai koneksi yang dapat membantu saya. Yang saya pikirkan sekarang adalah bagaimana dapat menciptakan sebuah “otomobil”. Bertahun-tahun lamanya Henry memikirkan, bagaimana ia dapat menyempurnakan hasil karyanya itu. Demikianlah sampai ia mampu menunjukkan kepada dunia bahwa ia telah memperbaiki modal yang besar dan kuat, hasil dari gagasan-gagasannya yang semula dianggap gila itu.
Ketika Henry Ford meninggal dunia pada tahun 1947, ia mencapai usia 83 tahun. Sedikit sekali orang yang dapat memahaminya, tetapi berjuta-juta orang tahu bahwa kereta kudanya telah mengelilingi dunia.
sumber : http://leadership-politic.blogspot.com

Selasa, 12 Mei 2009

Pernikahan Putri Rasulullah, Fatimah Az-Zahra

Khutbah Nabi saw dalam Pernikahan Puterinya Fatimah Az-Zahra' (sa)

Allah yang memerintahkan Nabi saw agar menikahkan Fatimah dengan Ali
(sa)
Dalam kitab Dzakhair Al-Uqba: 32, bab Fadhail Fatimah (sa):
Anas bin Malik berkata: Ketika Rasulullah saw berada di masjid, beliau
bersabda kepada Ali (sa): "Ini Jibril memberitahu aku bahwa Allah
telah menikahkan kamu dengan Fatimah, dan disaksikan oleh empat puluh
ribu malaikat..."

Dalam kitab yang sama, halaman 86 disebutkan:
Ali bin Abi Thalib (sa) berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: "Datang
kepadaku malaikat Jibril dan berkata: Wahai Muhammad, sesungguhnya
Allah menyampaikan salam padamu dan berfirman padamu: Sesungguhnya Aku
telah menikahkan Fatimah puterimu dengan Ali bin Abi Thalib di tempat
yang paling mulia, maka nikahkan ia dengannya di bumi."

Hadis ini dan yang semakna terdapat dalam kitab:
1. Kanzul Ummal, jilid 6 halaman 152, fadhail Ali bin Abi Thalib (sa),
hadis ke 32891.
2. Majma' Az-Zawaid, Al-Haitsami, jilid 9 halaman 204, manaqib Fatimah
(sa).
3. Faydh Al-Qadhir, Al-Manawi, jilid 2 alaman 215.
4. Ash-Shawaiq Al-Muhriqah, Ibnu hajar, halaman 74, bab 9, fadhail Ali
bin Abi Thalib (sa).
5. Kunuz Al-Haqaiq, halaman 29, hadis ke 1415.

Khutbah Nabi saw dalam pernikahan Fatimah dengan Ali (sa)
Dalam Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab 4, bab manaqib Ali bin Abi
Thalib (sa):
Anas bin Malik berkata: Abu Bakar pernah melamar Fatimah (sa) kepada
Rasulullah saw. Tapi Rasulullah saw bersabda: Wahai Abu Bakar, belum
turun ketetapan dari Allah swt. Kemudian Umar melamarnya beserta
beberapa orang quraisy. Rasulullah saw menjawab seperti jawaban kepada
Abu Bakar. Kemudian salah seorang dari mereka berkata kepada Ali bin
Abi Thalib (sa): Sekiranya engkau yang melamarnya kepada Nabi saw,
niscaya beliau menerima lamaranmu. Ali (sa) berkata: Bagaimana
mungkin, padahal sebelumnya pemuka-pemuka Quraisy telah melamarnya dan
beliau tidak menerimanya? Anas berkata: Kemudian Ali bin Abi Thalib
(sa) melamarnya. Maka Rasulullah saw bersabda: "Telah memerintahkan
padaku Tuhanku Azza wa Jalla tentang hal itu."
Anas bin Malik berkata: Berselang beberapa hari Nabi saw memanggilku
dan bersabda: Wahai Anas, undang agar datang kepadaku Abu Bakar, Umar
bin Khaththab, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Sa'd bin Abdul
Waqqash, Thalhah, Zubair dan beberapa orang dari Anshar. Kemudian aku
mengundang mereka. Mereka pun datang dan berkumpul di dekat Nabi saw,
mereka menyiapkan majlis, sedangkan Ali bin Abi Thalib (sa) tidak
hadir karena menyiapkan keperluan Nabi saw. Dalam pernikahan puterinya
Fatimah Az-Zahra' Rasulullah saw bersabda dalam khutbahnya:

"Segala puji bagi Allah yang terpuji dengan segala nikmat-Nya, yang
disembah dengan ketentuan-Nya, yang ditaati dengan kekuasaan-Nya, yang
ditakuti azab dan kekuasaan-Nya, yang meliputi perkara-Nya di langit
dan bumi-Nya, yang menciptakan makhluk dengan takdir-Nya, yang
mengistimewakan makhluk-Nya dengan hukum-Nya dan memuliakan mereka
dengan agama-Nya, yang menjadikan mereka mulia dengan Nabi-Nya
Muhammad saw. Sesungguhnya Allah nama-Nya Maha Mulia, Maha Tinggi dan
Maha Agung. Ia telah menjadikan mushaharah (hubungan keluarga karena
pernikahan) sebagai sebab penerus generasi, perkara yang menjadi sebab
penyambung keluarga dan penerus generasi manusia. Allah yang Maha
mulia firman-Nya menyatakan: "Dialah yang menciptakan manusia dari air
kemudian menjadikan manusia punya keturunan dan mushaharah, dan
Tuhanmu Maha Kuasa." (Al-Furqan: 54). Perkara Allah swt berlaku dalam
ketetapan-Nya, ketetapan-Nya berlaku dalam takdir-Nya, setiap
ketetapan mempunyai takdir, setiap takdir mempunyai ajal, dan setiap
ajal mempunyai kitab, "Allah menghapus apa yang dikehendaki dan
menetapkan (apa yang dikehendaki), di sisi-Nya ada Ummul Kitab." (Ar-
Ra'd: 39).

Sesungguhnya Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah
puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikan sesungguhnya
aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah ( dalam
nilai perak), dan Ali bin

Kemudian Nabi saw minta mangkok yang berisi kurma yang masih segar.
Kemudian dihidangkan di depan kami, lalu beliau bersabda: "Ambil lalu
pergilah. Kemudian kami pergi. Ketika kami pergi datanglah Ali bin Abi
Thalib (sa) datang kepada Nabi saw, lalu Nabi saw tersenyum dan
bersabda:
"Sesungguhnya Allah telah memeritahkan aku untuk menikahkan kamu
dengan Fatimah dengan mahar empat ratus fidhdhah (perak), jika kamu
ridha hal itu."
Ali (sa) menjawab: Aku ridha ya Rasulallah.

Anas berkata: kemudian Nabi saw berdoa:
"Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan
kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan
dari kalian berdua kebajikan yang banyak."

Anas bin Malik berkata: Demi Allah, sungguh telah keluar dari mereka
berdua kebajikan yang banyak.

Muhibuddin Ath-Thabari Asy-Syafi'i berkata: Hadis ini juga
diriwayatkan oleh Abul Khayr Al-Qazwini Al-Hakimi.

Khutbah ini juga disebutkan dalam kitab:
1. Dzakhair Al-'Uqba, halaman 29, fadhail Fatimah (sa).
2. Ash-Shawa'iq Al-Muhriqah, Ibnu hajar, halaman 84, 85 dan 97, bab
11, fadhail Ahlul bait (sa). Pada halaman 97 terdapat sedikit
perbedaan redaksi.
3. Mirqat Al-Mafatih, Ali bin Sulthan, jilid 5 halaman 574, bab
fadhail Ali bin Abi Thalib (sa), syarah hadis ke 6104.

Khutbah Nabi saw dalam Riwayat yang lain
Dalam kitab Makarimul Akhlaq: 206, Syeikh Ath-Thabrasi:
Imam Ali Zainal Abidin (sa) berkata: Ketika Nabi saw menikahkan
Fatimah (sa) dengan Ali (sa) beliau menyampaikan khutbahnya:
"Segala puji bagi Allah yang terpuji dengan segala nikmat-Nya, yang
disembah dengan ketentuan-Nya, yang ditaati dengan kekuasaan-Nya, yang
ditakuti azab dan kekuasaan-Nya, yang dicintai dengan segala yang ada
di sisi-Nya, yang meliputi perkara-Nya di langit dan bumi-Nya. Allah
Azza wa Jalla telah memerintah aku untuk menikahkan Fatimah dengan Ali
bin Abi Thalib, maka aku nikahkan ia dengan mahar 400 fidhdhah (perak)
jika Ali ridha hal itu."

Kemudian Nabi saw menghidangkan kurma yang masih segar, lalu bersabda
kepada para sahabatnya: ambillah lalu pergilah. Kemudian kami
(sahabat) pergi. Ketika Ali bin Abi Thalib (sa) dating, Nabi saw
tersenyum lalu bersabda: "Wahai Ali, tahukah kamu bahwa Allah Azza wa
Jalla merintahkan aku untuk menikahkan kamu dengan Fatimah, maka aku
telah menikahkan kalian berdua dengan mahar 400 fidhdhah jika kamu
ridha. Ali (sa) menjawab: Aku ridha hal itu karena itu Allah dan Rasul-
Nya.

Kemudian Nabi saw berdoa:
"Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan
kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan
dari kalian berdua kebajikan yang banyak."

Sabtu, 06 Desember 2008

PUASA ARAFAH DAN TARWIYAH

PUASA ARAFAH adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni pada saat diberlangsungkannya wukuf di tanah Arafah tanggal 9 Dzulhijah oleh para jamaah haji. Wukuf di Arafah bisa dikatakan sebagai inti dari pada pelaksanaan ibadah haji. Karena itu puasa Arafah ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa-puasa lainnya.

Keutamaan puasa Arafah ini seperti diriwayatkan dari Abu Qatadah Rahimahullah. Rasulullah SAW bersabda:

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas. (HR. Muslim)

Sedangkan puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari Tarwiyah yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits yang artinya bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Walaupun sebahagian golongan mengatakan bahwa hadits ini dloif (kurang kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.

Lagi pula hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء

Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR Bukhari)

Jadi, bagi mereka yang melakukan puasa Tarwiyah sebelum berpuasa hari Arafah, hendaknya jangan ragu-ragu melaksanakannya, karena tidaklah disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya.

Disebutkan dalam hadist Qudsi: Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku.

Hadits lain yang diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun. (HR Bukhari Muslim).

Wallohu a'lam bish-shawab,-

Selasa, 25 November 2008

Budidaya Buah Naga

Budidaya Buah Naga

09:31 Posted In , , , Edit This 0 Comments »

Apa itu buah Naga?

Sebagian kalangan menyebutnya buah ini dengan nama Buah Dewa. Hingga saat ini di butuhkan akan buah Naga Indonesia cukup besar dan bukan hanya pasar lokal saja yang ingin mencicipi kedahsyatan buah yang stu ini. Peluang Ekspor juga tidak kalah besarnya, Namun kebutuhan yang besar tersebut belum mampu di penuhi oleh produksi dalam negri asalny (Taiwan) Apalagi kondisi dalam negri Indonesia cukup sulit memenuhi peluang Pasar ini, Karena hal-hal yang berhubungan dengan iklim investasi yang cenderung lesu. Tetapi melihat segi potensi Wialyah lahan pertanian yang luas dan subur,Sangat besar kemungkinannya untuk mengembangkan tanaman jenis ini.

Tingginya permintaan buah naga ini di sebabkan oleh promosi yang menyebutnya sebagai buah meja (Sangat Menarik dan Menggiurkan bila di sajikan di meja makan) Berkhasiat mujarab untuk berbagai penyakit dan bermanfaat sebagai bahan baku di bidang industri pengolahan Makanan, Minuman, Kosmetik serta produk kesehatan. Berpedoman kepada kondisi petani yang sebagian besar kurang mampu berinvestasi di bidang ini (Mahalnya bibit dan perlengkapan yang harus di sediakan). Merupakan salah satu motivasi bagi pemilik modal untuk bekerja sama dengan kelompok Tani dalam pembudidayaan Komoditas ini. Keadan lain yang mendukung adalh tersedianya lahan yang potensial dan tenaga ahli dalam pembudidayaan jenis Tanaman ini.

CIRI BUAH NAGA

Buah naga (Dragon Fruit atau Hylocereus Undatus) masih termasuk komoditi langka di indonesia. Buah yang beasal dari Taiwan ini memiliki bentuk yang sangat unik dan cukup memikat untuk di lihat. Bentuk fisiknya mirip dengan buah nanas hanya saja buah ini memiliki sulur /jumbai di sekujur kulitnya dan buah ini berwarna merah jambu (Pink) dengan daging buah berbagai jenis antara lain berwarna Putih, Kuning dan Merah dengan biji kecil berwarna hitam yang sangat lembut dan lunak. Rasa buah tergantung jenis warna daging buah itu, Bila warna merah cenderung manis dan legit dengan perpaduan rasa yang sangat khas. Warna putih rasanya manisdan segar sedangkan kuning perpaduan antara ke dua warna di atas. Bentuk tanaman hampir mirip dengan pohon kaktus berupa sulur-sulur yang memanjang seperti lidah naga yang menjulur. Berat rata-rata + 600 s.d 800 Gram.


KHASIAT BUAH NAGA

  • Penyeimbang kadar gula darah.
  • Membersihkan darah.
  • Menguatkan ginajal.
  • Menyehatkan lever.
  • Perawatan kecantikan.
  • Menguatkan daya kerja otak.
  • Meningkatkan ketajaman Mata.
  • Mengurangi keluhan panas dalam dan sariawan.
  • Mensatbilkan Tekanan Darah.
  • Mengurangi Keluhan Keputihan.
  • Mengurangi Kolesterol dan mencegah Kanker usus.
  • Mencegah Sembelit dan Memperlancar Feses.


SISTEM PENANAMAN

1. Persyaratan tanam: Tidak berpengaruh terhadap kualitas tanah, Jenis apa saja dapat di lakukan penanaman. Membutuhkan penyinaran penuh. Daerah tropis cocok untuk Tanaman ini.

2. Penanaman sebaiknya di gunakan parit untuk saluran drainase di areal kebun.Dan gunakan ajir/tiang penyangga tanaman kaktus berukuran 10cm x 10cm x 150cm.Tiang penyangga ini biasa terbuat dari kayu atau beton yang di tancapkan ke tanah sedalam 50cm dengan jarak tanam 2,5 x 3cm.

3. Jarak tanam bibit yang baik adalah 2,5 x 2 meter dan tiap tiang penyangga di tanami 4 bibit tanaman,Jadi untuk 1Ha membutuhkan 2000 tiang penyangga dan 8000 bibit tanaman buah naga.

4. Pemeliharaan tanaman meliputi,Perawatan sulur tanaman agar terhindar dari luka,pengecekan rutin kondisi keasamn tanah,dll.

5. Panen tanaman akan berbunga pada umur 1,5-2 tahun dan dapat di panen saat mencapai umur 30 hari setelah bunga mekar.Tanaman buah naga akan berbuah terus menerus hingga + 10 tahun.

Sumber :http://tcplanet.blogspot.com

Rabu, 22 Oktober 2008

Sisi Lain Islam dan Nabi Muhammad

DR. Martin Lings: Melihat Sisi Lain Islam dan Nabi Muhammad
ImageOleh Erliyani Manik

DR. Martin Lings (24 January 1909 – 12 Mei 2005) adalah murid dan pengikut setia dari Frithjof Schuon, berasal dari Inggris yang juga seorang ilmuwan Sufisme. Dia dikenal sebagai pelopor pendekatan filsafat perennial (atau kalangan kebanyakan menyebutnya tasawuf) dalam bidang studi agama.

Walau terlahir di Burnage, Lancashire, dia menghabiskan masa kanak-kanaknya di Amerika Serikat, mengikuti ayahnya yang bekerja di sana. Kembali ke Inggris, dia bersekolah di Clifton College, Bristol. Setelah itu, Lings melanjutkan pendidikan di Magdalen College, Oxford, belajar literatur Inggris dan memperoleh gelar BA tahun 1932. Tahun 1935, dia pergi ke Lithuania, menjadi pengajar studi Anglo-Saxon dan Inggris Tengah di Universitas Kaunas.

Tahun 1940, Lings datang ke Mesir mengunjungi seorang temannya yang kebetulan mengajar di Universitas Kairo. Akan tetapi, pada saat kunjungannya itu, sang teman meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Lings ditawari untuk mengisi posisi temannya sebagai pengajar. Dia menerima tawaran tersebut.

Lings pun mulai mempelajari Islam. Setelah banyak berhubungan dengan ajaran Sufi Shadlhiliyya, dia berketetapan hati untuk masuk Islam, dan mengganti namanya menjadi Abu Bakr Siraj Ad-Din

Pada saat yang sama, Lings juga dekat dengan seorang filosof mistis asal Prancis, Rene Guenon, yang juga sudah memeluk Islam. Dia lantas menjadi asisten pribadi serta penasehat spiritual Guenon.

Ketertarikannya di dunia seni

Tahun 1944 menjadi tahun bersejarah bagi Lings. Pertama, dia menikah dengan Lesley Smalley, keduanya lantas tinggal di sebuah kamp pengungsi di dekat piramid. Kedua, tahun itulah awal kiprahnya di bidang seni, dengan memproduksi sandiwara "Shakespeare". Para pemainnya tak lain adalah para muridnya.

Ia memang senang mempelajari karya-karya pujangga itu. Ketertarikannya pada karya-karya Shakespeare lantas membawanya, sekitar 40 tahun kemudian, membuat buku berjudul The Secret Of Shakespeare: His Greatest Plays Seen In The Light Of Sacred Art.
Lings mungkin sudah memutuskan untuk tinggal selamanya di Mesir, namun situasi politik mengubah segalanya. Revolusi anti-Inggris oleh kaum Nasionalis pimpinan Abdul Naser, pecah, dan seluruh staf universitas berbangsaan Inggris terpaksa diungsikan.

Kembali ke London tahun 1952, tanpa punya pekerjaan, Lings memutuskan untuk melanjutkan studi. Sementara Lesley yang berprofesi sebagai psikoterapis, bekerja sesuai bidangnya itu.
Setelah berhasil memperoleh gelar BA pada jurusan studi Arab, dia juga memperoleh gelar PhD dari School of Oriental and African Studies (SOAS) untuk tesisnya tentang seorang sufi terkenal asal Aljazair, Ahmad Al-Alawi. Itu sekaligus menjadi basis dari salah satu bukunya yang terkenal berjudul A Sufi Saint of the Twentieth Century.

Kemudian tahun 1955, dia bekerja sebagai asisten Penjaga Naskah-naskah dan Buku-buku Ketimuran pada British Museum. Pekerjaan itu dilakoninya hingga dua dekade. Tahun 1973, Lings merangkap kerja di British Library, di mana dia memfokuskan perhatiannya terhadap kaligrafi Quran. Beberapa tahun kemudian, dia mempublikasikan karya klasiknya pada subyek yang sama; The Qur'anic Art Of Calligraphy And Illumination, bertepatan dengan penyelenggaraan Festival Dunia Islam tahun 1976.

Sejak itu, Lings pun mulai menulis secara teratur. Karya-karyanya, selain Sufism dan buku-buku lainnya, meliputi juga artikel mengenai tasawuf pada terbitan Cambridge University, Religion in the Middle East, The Eleventh Hour: The Spiritual Crisis of the Modern World in the Light of Tradition and Prophecy, dan banyak artikel untuk jurnal kuartalan, Studies in Comparative Religion. Jurnal itu turut andil dalam memperluas cakrawala dunia Barat dalam memahami ketinggian Islam.

Namun, dari semua itu, salah satu karyanya yang paling menonjol adalah buku berjudul Muhammad: His Life Based On The Earliest Sources (1983), yang dia dedikasikan untuk pemimpin Pakistan, Zia ul-Haq.
Ditulis dari perspektif seorang cendekiawan-sejarahwan yang juga mempraktekkan Islam dalam keseharian, buku tersebut cepat terkenal dan menjadi bacaan wajib mengenai kehidupan Nabi Muhammad. Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam 10 bahasa serta memperoleh sejumlah penghargaan dari dunia Islam.

Profesor Hamid Dabashi dari Columbia University, mengungkapkan kekagumannya. "Ketika membaca buku Muhammad karya Lings, kita akan bisa merasakan semacam efek kimia pada narasi dan komposisi bahasa yang terkombinasi dengan keakuratan serta gairah syair. Lings adalah cendekiawan-penyair," katanya.

Komitmennya dalam Islam terbawa sepanjang hayat. Bahkan 10 hari sebelum meninggal dunia, Lings masih sempat menjadi pembicara di depan 3 ribu pengunjung pada acara Maulid Nabi Muhammad, bertajuk 'Bersatu untuk Sang Nabi' yang diadakan di Wembley. Dan Lings mengatakan, itu adalah pertama kalinya dia berbicara mengenai makna kehidupan Nabi Muhammad dalam waktu 40 tahun. [ ]

Karya-karyanya

• Splendors of Qur'an Calligraphy And Illumination (2005), Thesaurus Islamicus Foundation, Thames & Hudson,
• A Return to the Spirit : Questions and Answers (2005), Fons Vitae,
• Sufi Poems : A Mediaeval Anthology (2005), Islamic Texts Society
• Mecca: From Before Genesis Until Now (2004), Archetype,
• The Eleventh Hour : the Spiritual Crisis of the Modern World in the Light of Tradition and Prophecy (2002), Archetype,
• Collected Poems, revised and expanded (2002), Archetype,
• Ancient Beliefs and Modern Superstitions (2001), Archetype,
• The Secret of Shakespeare : His Greatest Plays seen in the Light of Sacred Art (1998), Quinta Essentia, distributed by Archetype, (pb),
• The Secret of Shakespeare : His Greatest Plays seen in the Light of Sacred Art (1998), Quinta Essentia, distributed by Archetype, (hb),
• Sacred Art of Shakespeare : To Take Upon Us the Mystery of Things (1998), Inner Tradition, 0892817178
• A Sufi saint of the twentieth century: Shaikh Ahmad al-‘Alawi, his spiritual heritage and legacy (1993), Islamic Texts Society,
• Symbol & Archetype : A Study of the Meaning of Existence (1991, 2006), Fons Vitae Quinta Essentia series,
• Muhammad : His Life Based on the Earliest Sources (1983), Islamic Texts Society,
• The Quranic Art of Calligraphy and Illumination (1976), World of Islam Festival Trust.
• What is Sufism? (1975), University of California Press,
• The Heralds, and other Poems 1970
• The Elements, and Other Poems (1967), Perennial Books
• The Book of Certainty: The Sufi Doctrine of Faith, Wisdom and Gnosi Abu Bakr Siraj al Din 1952, 1970, 1992,

Ekspresi Kerohanian dalam Estetika Sufi dalam Puisi-puisi Martin Lings

(Diseleksi dan diterjemahkan secara bebas oleh DR. Abdul Hadi WM)

Maklumat

Malaikat kudus, surga di tanganmu:
Pohon hayat meminjamkan dahan padamu
Kembang-kembang lili ini mendapatkan hidupnya lagi
Lantas semerbak wanginya tersingkap bagi Hawa
Kaukah yang mengepakkan sayapmu di atas jurang ini?
Wanita kami akan surut dari dunia ini, kau Titahkan pada dunia:
Namun melalui puncak Gunung kau meninggalkannya
Rahasia mereka membelah cermin wajahmu
Seolah-olah penerbanganmu dari Arasy ke Aray
Hanya perputaran kehampaan belaka

Kefanaan, lihat: penglihatan kami akan dibayar
Dengan penglihatan yang lebih tajam lagi
Kami adalah dua ombak dari Lautan Yang Maha Pengasih
Surut adalah pantang bagi kami
Sebab Diri Lautan telah telah meluapkan pasangannya:
Aku ini adalah Utusan. Surga, dengan surga tersingkap
Dan ke surga pula aku akan kembali
Dia adalah semerbak ini: ”Tuhan selalu bersamamu!”
Kutegaskan ini, O, Kebenaran, O Cahaya!
O Rahasia, semua ini tak pernah surut dari wajahku!

Pertanyaan
Mengapa kami berkeinginan? Karena
Begitulah kodrat insan diciptakan
Sikap terburu-buru Adam
Tak lain karena menginginkan segalanya

Kami pun jatuh: ya seperti biola
Harus pindah ke bubungan atap yang tinggi
Baru jiwa bisa melahirkan nada
Dan kesukaran bisa berlindung di bawah cahaya bulan

Obat penawarnya: O kunci, tali senarmu
Dari banyak perkara hingga semua perkara
Jika kau menghendaki, datangi surga
Sebab is terbuka bagi ketakterhinggaan

Dan itu semua, bukan itu, adalah hal yang kita perlukan
Dan itu adalah segala yang dapat kita miliki
Dengan memiliki, takkan ada kekuatan yang bisa
Membawanya pergi, pun takkan ada yang dapat merampasnya

Rabu, 02 April 2008

PESAN MORAL DI BALIK FILM AYAT-AYAT CINTA

Saudaraku in Allah,
Dua pekan belakangan ini orang ramai banyak menyerbu bioskop-bioskop (wayang : melayu) di seantero negeri untuk menengok film terbaru yang di ilhami dari novel karya Habiburrahman El Shirazy; Ayat-Ayat Cinta. Penontonnya mulai dari belia, mahasiswa, orang tua, pejabat parlimen bahkan Former Indonesian President, Bj Habibie juga ikut menyaksikan film itu. Luar biasa hebat! Semuanya merasa rugi jika tak ikut menonton mereka rela mengantri berjam-jam untuk mendapatkan ticket menonton, bahkan ada yang kecewa tak dapatkan ticket. Bahkan ada perkumpulan yang mengatur supaya perkumpulan mereka bisa menonton bersama. Semua terhipnotis dengan film yang ditunggu-tunggu itu, bahkan ia menjadi pembicaraan dimana sahaja dan dimuat di berita, akhbar, bulletin, blogs dan sebagainya.


Ada banyak hal positif yang bisa kita jadikan moral values dari film tersebut, pada percakapan pelakon, Fahri mengata kepada orang barat yang menanyai soalan Islam bahawa Islam tiada mengenal pacaran..Kemudian lagi, Fahri tak mahu menyalami perempuan dari barat itu kerana alasannya adalah tak boleh dikarenakan bukan mahram..
Hal itu benar, tanpa dibuat-buat memang itulah adanya. Itu bukan kerana Islam di Mesir, bukan krn budaya Arab atau itu bukanlah kerana pendapat Radikal,bukan karena sok suci dan itu bukanlah tuntutan etika film Islami. Sekali lagi,memang itu sebuah kebenaran.


Hal itu berkenaan dgn Hadits Rasulullaah Shallalaau 'alayhi Wasallam :
"Disampaikan dari Abdan Bin Ahmad,kemudian disampaikan dari Nashr Bin Ali,telah berkata telah disampaikan kepada Syadad bin Sa'id, dari Abil 'Ala',disampaikan kepadaku dari Ma'qil bin Yasar,berkata, telah bersabda Rasulullah SAW: "Apabila di tusukkan besi panas kepada seorang lelaki, itu lebih baik baginya dari pada menyentuh perempuan yang tiada halal baginya (bukan Mahramnya)"
Hadits Riwayat Ath Thabrani dalam kitab Al Mu'jam Al Kabiir


inilah ketegasan yang disampaikan Rasulullah, namun banyak ummat beliau tak acuh saja dengan hadits ini.

Harapan kita, penonton yang banyak itu tak hanya terlena dengan romantiknya film itu, jangan hanya sekedar berhurai airmata kerana alunan muzik yang mendayu dan terbawa emosional/perasaan.


Film itu juga sampaikan pesan kepada kita bahawa cinta itu bukanlah cinta yang ada pada sebelum nikah, namun cinta itu adalah yang terjadi selepas nikah. Film itu jua memesankan bahawa bagaimana wanita mesti menjaga kehormatan diri, tanpa harus “Menyodorkan” diri, berdua-duaan, disentuh lelaki yang bukan mahramnya.



HADITS yang sudah saya sampaikan itu MERUPAKAN RUJUKAN UTAMA, kenapa Islam tak mengenal pacaran, jadi terserah bagi kita,patuh kepada Rasulullah atau kita tolak kebenaran yang sudah datang kepada kita.Kita penentunya, pilih baik, atau buruk?


"Dan Kami berikan mereka dua jalan (baik atau buruk)" QS 90 Al Balad:14


Itulah nilai edukasi agama yang bisa kita tangkap , bahwa tiada Istilah PACARAN dalam Islam, Dan mesti kita ingat bahawa jangan memutar balikkan agama dengan mengubah istilah pacaran itu menjadi Ta’aruf. Jangan jadikan Ta’aruf sebagai tameng/perisai penghalalan diri untuk pacaran.


Sudah saatnya pola fikir kita diubah, bahawa untuk mendapati jodoh bukanlah pacaran solusinya, Pacaran adalah kebiasaan/budaya orang Nasrani, Islam telah memberikan solusi yang lebih mulia, lebih terhormat: Ta’aruf, mendapati jodoh tanpa mesti berpacaran. Maka apa salahnya kita memilih cara ini.


Rasa suka kepada lawan jenis atau jatuh cinta adalah sebuah kewajaran, itu adalah Fitrah kita manusia, tak mesti pelampiasannya dengan berkhalwat (berdua-duaan) dengan berlainan jenis yang bukan Mahram kita.


Allah Maha Mengetahui Apa yang tersembunyi dalam hati, apa yang kita perbuat.


Sebarkanlah mesej ini, penulis ikhlas untuk disebarluaskan.


Mohon Maaf atas segala kesilapan
Wassalam

(Ahmad Tarmizi Alhabsyi S.E)

---------akh ambil dari buletin board from fs Isty----------

Senin, 31 Maret 2008

"PENYEJUK HATI"

EMPAT ORANG YANG DIRINDUKAN SURGA





Kita yakin… siapapun kita, pada strata sosial manapun kita, apapun prosfesi kita, dibumi manapun kita berpijak pasti mau menjadi orang yang dirindukan oleh syurganya Allah SWT. Tempat yang di idam-idamkan oleh seluruh makhluk Allah, tempat yang tidak terdengar di dalamnya perkataan yang tak berguna,sia-sia dan dustLakea, didalamnya ada mata air yang mengalir, takhta-takhta yang ditinggikan, gelas-gelas berisi minuman yang terletak dekat, bantal-bantal sandaran yang tersusun, permadani-permadani yang terhampar, kebun-kebun dan buah anggur, gadis-gadis remaja yang sebaya. Kebayang enggak indahnya syurga ?….

Rasulullah SAW, mengatakan :” Syurga merindukan empat orang:

Pertama,
orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an. Nampaknya wajar jikalau syurga merindukan ahli qur’an ini karena sejak didunia saja mereka sudah diservis oleh Allah dengan ketenangan bathin, kasih sayang-Nya, kecintaannya, kemuliaan dan selalu di ingat oleh-Nya.


Kedua, penjaga lidah. Memang lidah tak bertulang tapi ia lebih tajam dari sebilah pedang, dampaknya akan mengakibatkan peperangan antar suami isteri, antar kelompok, bahkan antar dua bangsa. Efek negatifnya akan membuat orang menjadi sengsara, akan melenyapkan pahala kebaikan yang kita buat seperti api memakan kayu bakar, akan membuat puasa jadi hampa dan sia-sia. Namun bila kita menjaganya, subhanallah… begitu banyak kenikmatan akan kita raih, dengan lisan kita berdakwah, dengan lisan kita bertilawah, dengan lisan kita berdo’a.


Ketiga, pemberi makan orang yang kelaparan. Sungguh, Allah Yang Maha berterimakasih (Syakuur) akan membalas sekecil apapun kebaikan kita kepada orang lain. Bila kita memberi minum kepada saudara kita yang kehausan maka Allah akan memberi kita minum pada hari kiamat nanti disaat orang-orang sedang dilanda dahaga, Bila kita memberi makan kepada saudara kita yang sedang kelaparan, niscaya Allah akan memberi kita makan di saat orang-orang kelaparan pada hari akhir nanti, Bila kita memberi pakaian kepada saudara kita didunia ini, niscaya Allah akan memberi kita pakaian yang indah disaat orang-orang telanjang pada hari perhitungan nanti, bila kita memudahkan urusan saudara kita yang sedang kesulitan dan dihimpit permasalahan, yakinlah bahwa Allah akan memudahkan urusan kita sejak didunia ini. Pertolongan Allah akan datang kepada seorang hamba manakala sang hamba menolong saudaranya.


Keempat, Orang-orang yang berpuasa di bulan ramadhan. Di bulan yang mulia yang penuh berkah, rahmat, ampunan ini Allah menjanjikan kepada kita akan pembebasan dari panasnya api neraka, pedihnya azab neraka dan kejamnya siksa neraka bila kita berpuasa, dan menghidupkan malamnya dengan shalat, qiro’at dan kholwat serta ibadah apapun dengan hanya mengharap ridho-Nya.


Bila empat amal ini kita lakukan, nampaknya wajarlah bila syurga merindukan kehadiran kita…Amien

SALAM WISATA HATI
Ahmad Jameel

(akh kutip dari blognya Yusuf Mansyur)